Selasa, 16 September 2014

Puisi "Fatamorgana"



“Fatamorgana”
(Rainheart)



Dia pelangi tanpa warna
yang bertahta dilangit semesta
Berhias biru kesukaanku dalam fatamorgana

Dia yang berada dalam sangkar kaca
Selalu tersenyum dalam ketenangan
Berlapis porselein indah berkilauan

Ia yang selalu indah dalam bayangan
Ia yang selalu dekat sebatas surga
Ia yang selalu dicinta dalam kebutaan fana
Ia yang selalu dihati dan pikiran
Yang tak terjangkau logika manusia
..........

Terucap namanya tiap hembusan nafas
Sang merpati pos pun tak kan mengerti pesanku
Untuk ia yang berada disana
Hanya panggilan ilahi yang dapat mengantarku
Bertemu dengannya dalam keabadian

Hilang inderaku karenanya
Hampa....
Serasa tak berudara
Udara yang terbawa mentari ikut bersamanya
........

Ingin kulewati garis takdir
Memutus benang merah yang sudah pudar warnanya
Akibat dari terpercik hujan siang itu
Namun ku tahu itu sia-sia

Inilah yang dapat kulakukan
Hanya mengatup tangan dan hilang sejenak
untuk meminta...
Hanya berusaha tertawa dan menyapa
Walau dalam fatamorgana
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Puisi ini menceritakan seseorang yang rindu kepada pujaan hatinya yang telah tiada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar