Jumat, 19 September 2014

Puisi "Matine"



“Matine”
(Rainheart)



 Cerita dari sana..
Tempat mawar hitam tumbuh segar
Semerbak mewangi
 Kelam Hitam diantara merah darah menyala
Tempat dimana..
Yang fana menuju keabadian

Api berkobar memanaskan mata
Kemilau langit senja Ilusi buatan manusia
Tubuh yang retak patah menandakan hati
Pertunjukan indah bagi yang hilang hatinya

Matine....
Kami menonton dari sini..
Sebuah kisah dari jauh..
Namun dekat bagai jantung dan hati..

Hanya untaian kata yang terbang melambai
Menuju surga dan kembali
Dari kami yang memohon nirwana
Ke sana, dimana ribuan mawar hitam tersenyum indah
........

Puisi ini menceritakan peperangan, di mana didalamnya terkandung doa agar mereka yang merasakannya selalu diberikan ketabahan hati atas semua yang terjadi.

Selasa, 16 September 2014

Puisi "Fatamorgana"



“Fatamorgana”
(Rainheart)



Dia pelangi tanpa warna
yang bertahta dilangit semesta
Berhias biru kesukaanku dalam fatamorgana

Dia yang berada dalam sangkar kaca
Selalu tersenyum dalam ketenangan
Berlapis porselein indah berkilauan

Ia yang selalu indah dalam bayangan
Ia yang selalu dekat sebatas surga
Ia yang selalu dicinta dalam kebutaan fana
Ia yang selalu dihati dan pikiran
Yang tak terjangkau logika manusia
..........

Terucap namanya tiap hembusan nafas
Sang merpati pos pun tak kan mengerti pesanku
Untuk ia yang berada disana
Hanya panggilan ilahi yang dapat mengantarku
Bertemu dengannya dalam keabadian

Hilang inderaku karenanya
Hampa....
Serasa tak berudara
Udara yang terbawa mentari ikut bersamanya
........

Ingin kulewati garis takdir
Memutus benang merah yang sudah pudar warnanya
Akibat dari terpercik hujan siang itu
Namun ku tahu itu sia-sia

Inilah yang dapat kulakukan
Hanya mengatup tangan dan hilang sejenak
untuk meminta...
Hanya berusaha tertawa dan menyapa
Walau dalam fatamorgana
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Puisi ini menceritakan seseorang yang rindu kepada pujaan hatinya yang telah tiada.

Puisi "Tulip putih"



“ Tulip Putih ”
(Rainheart)


Untuk Sang Akasia Putih
Yang layu akibat perginya Sang mentari
Yang kering akibat tak disirami
Yang hampir mati akibat udara tak berhembus lagi

Untuk dia..... yang patah ranting
Yang tumbuh diantara Mawar berduri
Yang selalu berseri-seri
Yang tak peduli kau menanggung perih

untuk dia.... kuberi Tulip Putih
sebagai pengganti Akasia putih
yang dulu hampir mati
yang dulu dirundung sedih

untuk dia... Tulip putih kuberi
untuk dia.. yang tersakiti
dariku... Sang mawar berduri
......................

Puisi ini menceritakan ungkapan permintaan maaf yang tulus dari sahabat yang telah tersakiti olehnya.